Kumpulan Artikel Tentang Kesehatan | Jenis Luka Dan Cara Penanganannya


Source picture : pixabay

Artikel ini adalah merupakan kelanjutan dari artikel sebelumnya mengenai jenis kecelakaan yang sering terjadi dan cara penanganannya.
Jika pada artikel sebelumnya telah kita pelajari tentang tiga (3) jenis luka yakni luka lecet (Vulnus Excoriasi), luka tusuk (Vulnus Punctum) dan luka kontusiopin (Vulnus Contussum), baca artikelnya disini maka kita akan lanjutkan untuk mempelajari jenis luka yang lain, yaitu :

4. Luka Sayat (Vulnus Invisum)
Luka sayat terjadi akibat sayatan benda yang terbuat dari bahan logam, kayu dan sebagainya. Luka yang terjadi biasanya tipis saja. Cara penanganannya juga simple atau sederhana yaitu dengan cara memberikan desinfektan pada luka tersebut.

5. Vulnus Schlopetorum
Jenis luka ini di sebabkan oleh peluru karena tembakan senapan.
Cara penanganannya adalah :
  • Jangan mengeluarkan pelurunya pada saat itu juga.
  • Bersihkan luka terlebih dahulu dengan H2O2.
  • Berikan desinfektan pada luka tersebut kemudian tutup luka.
  • Biarkan luka tersebut selama satu minggu, setelah itu baru kemudian korban di bawa ke meja operasi untuk mengeluarkan peluru yang berada dalam luka tersebut.
  • Tujuan mendiamkan peluru di dalam luka selama seminggu adalah agar peluru sudah mantap dan tidak bergeser lagi karena terbentuknya jaringan di sekitar peluru tersebut.
6. Luka Bakar (Vulnus Combustion)
Luka ini terjadi karena kontraksi panas antara kulit dengan dengan zat panas, misalnya air mendidih, api dan sebagainya.
Cara penanganannya adalah :
  • Aliri luka bakar dengan air yang mengalir, bukan dengan pasta gigi atau minyak seperti yang kebanyakan masyarakat lakukan.
  • Tujuan mengaliri luka dengan air mengalir adalah agar terjadi perpindahan kalor atau panas.
  • Bilamana terjadi gelembung pada kulit boleh di pecahkan.
  • Jenis perawatan luka bakar adalah perawatan luka terbuka, namun tetap harus di jaga kebersihannya mengingat luka terbuka sangat mudah terinfeksi kuman penyakit.
7. Luka Gigitan
Luka gigitan terjadi karena gigitan binatang seperti serangga, ular, buaya atau binatang buas yang lain. Sebagai contoh di sini kita ambil sample gigitan ular.
Cara penanganannya adalah :
  • Keluarkan racun yang sempat masuk ke tubuh korban dengan cara menekan daerah di sekitar luka tersebut sehingga darah yang tercemar racun bisa keluar.
  • Tidak di anjurkan bagi penolong untuk menghisap darah dari luka tersebut dengan menggunakan mulut karena bisa membahayakan orang tersebut apalagi jika dia mempunyai luka di bagian mulutnya walaupun kecil.
  • Bisa di lakukan pengikatan pada daerah sekitar luka untuk mempercepat keluarnya darah yang tercemar racun dan mencegah racun menjalar ke bagian tubuh yang lain.
  • Selanjutnya bawa korban ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan yang lebih intensif dari tenaga medis.
8. Luka Parut (Laserasi)
Luka ini di sebabkan karena goresan benda keras yang mengenai permukaan kulit. Contoh nya adalah ketika kita jatuh saat berlari dan membuat kaki kita menggores tanah atau aspal jalan.
Cara penanganannya adalah:
  • Jika luka parut tersebut mengakibatkan pendarahan maka hentikan terlebih dahulu pendarahan tersebut dengan cara menekan bagian di sekitar luka. Kita bisa menggunakan kain kasa atau sapu tangan untuk melakukan penekanan tersebut.
  • Bersihkan luka tersebut dengan air bersih dan sabun.
  • Kemudian bersihkan kembali luka tersebut dengan kain kasa yang steril.
  • Bila terdapat benda - benda asing pada luka misalnya baru, kerikil atau kayu maka keluarkan dan bersihkan.
  • Bilamana luka parut cukup dalam maka korban sebaiknya di bawa ke puskesmas atau rumah sakit untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
9.Luka Terpotong atau Teriris
Luka jenis ini di akibatkan oleh benda tajam yang terbuat dari logam. Ciri luka terpotong antara lain bentuk lukanya teratur dan dalam, pendarahan yang terjadi cukup banyak apalagi jika ada pembuluh darah arteri yang ikut terpotong.
Cara penanganannya adalah :
  • Hentikan pendarahan dengan cara menekan pada bagian sekitar luka dengan menggunakan kain kasa atau saputangan.
  • Jika ada pembuluh darah arteri yang terpotong maka lakukan pembalutan tomiquet.
  • Pembalutan di lakukan dengan menggunakan dengan menempatkan tali atau ikat pinggang jika keadaan darurat pada bagian di antara luka dan jantung secara melingkar. Kemudian dengan menggunakan kayu atau yang lain tali atau ikat pinggang tersebut di putar sampai lilitannya benar - benar kencang.
  • Tujuannyya adalah untuk menghentikan pendarahan pada luka tersebut.
  • Kemudian korban segera di bawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan yang lebih lanjut.
  • Pembebatan tomiquet di lakukan pada bagian lengan atas atau pada paha korban. Pembebatan di bagian tubuh yang lain tidak akan efektif.
Demikianlah lanjutan artikel tentang jenis - jenis luka dan cara penanganannya. Semoga berguna dan bermanfaat bagi kita semua.

Post a Comment

0 Comments